Inilah Calon Pengganti Sistem Operasi Android Buatan Google

GusHarian - Hari ini kita akan membahas seputar Android, tepatnya ialah Calon Pengganti Android Buatan Google. Whaat!! Apakah Google benar-benar akan mengganti sistem operasi android dengan yang baru? Berikut ulasannya.

Calon pengganti OS Android

Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan pada smartphone, OS Android dibangun dengan teknologi dengan sedemikian rupa sehingga dapat menjalankan sejumlah aplikasi sekaligus secara bersamaan. Keren ya, belum lagi dengan fitur-fitur keren yang tersedia pada Android tersebut. Dengan segudang fitur yang dimiliki android, penggunanya lebih banyak terbantu dengan layanan ataupun aplikasi yang tersedia dan banyak juga pengembang aplikasi android yang meraup untung dengan membuat aplikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Baca Juga: Kemajuan Teknologi Di Berbagai Bidang

Pengembang aplikasi atau developer menciptakan aplikasi baru untuk OS Android, biasanya aplikasi ini dibangun menggunakan Android Software Development Kit atau dengan Aplikasi Android Studio. Dari tahun ketahun, kurang lebih ada sekitar 200 ribu aplikasi Android yang dibuat oleh pengembang untuk membuat ponsel Android mereka lebih smart dengan fitur yang lebih luas.

Pengembangan Android telah banyak membantu penggunanya untuk keperluan sehari-hari, misalnya kita bisa mengatur jadwal kegiatan sesuai tanggal yang ditentukan, Dapat juga menghitung berapa lama perjalan dari rumah ke kantor dan lain sebagainya. Sejak 2010 Sistem Operasi Android telah menjadi platform smartphone terkemuka untuk penggunanya dibandingkan dengan OS Hp lainnya.

Berbeda dengan iPhone OS, desain tampilan Android terus menerus dikembangkan. Dengan Android yang terbaru Google telah membuat desain tampilannya lebih inovatif dan elegan. Fitur utamanya yang multitasking menyediakan tampilan yang lebih baik sehingga membuat Android lebih mudah digunakan.

Android lebih cepat dan lebih baik daripada Symbian dan iOS karena kecepatan prosesor. Android bekerja pada prosesor dual core yang menambahkan banyak aplikasi dengan kecepatan tinggi.

Calon Pengganti Android

Saat ini, Android mendominasi pasar sistem operasi seluler di seluruh dunia. Sebagian besar pengembang membangun aplikasi seluler dengan platform Android untuk menjangkau lebih banyak pengguna dan menghasilkan lebih banyak pendapatan. Tetapi Google dilaporkan mengembangkan sistem operasi baru yang disebut Fuchsia. Namun Google belum mengumumkan Fuchsia secara resmi. Raksasa internet itu bahkan tidak memiliki informasi tentang Fuchsia.

Para eksekutif Google menggambarkan Fuchsia sebagai salah satu proyek eksperimental tahap awal. Tetapi banyak blogger dan analis pasar percaya bahwa Google berencana untuk mengganti Android dengan Fuchsia. Baru-baru ini, Google memicu spekulasi dengan menambahkan antarmuka pengguna (UI) ke sistem operasinya yang baru. Karenanya, Fuchsia sekarang dapat diakses sebagai antarmuka pengguna grafis (GUI). Pengembang aplikasi Android harus belajar tentang Fuchsia agar aplikasi seluler mereka menguntungkan dan relevan dalam jangka panjang.

Tidak seperti halnya Android, Fuchsia tidak dikembangkan berdasarkan sistem operasi Linux. Google telah mengembangkan sistem operasi baru menggunakan kernelnya sendiri yang disebut Magenta. Kode yang diposting di berbagai repositori menggambarkan bahwa Fuchsia dikembangkan sebagai sistem operasi untuk smartphones dan tablet. Ia mengelola aplikasi melalui sistem berbasis kartu. Itulah mengapa, banyak analis dan blogger berspekulasi bahwa Google sedang mengembangkan Fuchsia sebagai pengganti Android.

Google baru-baru ini meningkatkan Fuchsia dengan menambahkan antarmuka pengguna (UI) yang disebut Armadillo. Menurut informasi dan video yang diposting di berbagai situs web, Armadillo dikembangkan berdasarkan SDK Flutter Google. Ini memungkinkan programmer untuk menulis kode lintas-platform dari pada menjalankan beberapa platform mobile termasuk Android, iOS dan Fuchsia.

Fuchsia hadir dengan fitur yang disediakan oleh Android dan ChromeOS. Banyak analis percaya bahwa Google berencana untuk meluncurkan Fuchsia sebagai pengganti Android dan ChromeOS. Namun, kode sumber Fuchsia berbeda dari kode sumber platform Google lainnya karena kernel Magenta. Google mungkin menggunakan Fuchsias sebagai sistem operasi untuk telepon pintar, tablet, komputer, embedded devices, dan sistem digital. Karenanya, Fuchsia dapat menjalankan perangkat yang ditenagai oleh Android dan ChromeOS.

Saat ini, Android memiliki pangsa pasar dunia yang jauh lebih besar daripada platform seluler lainnya. Tetapi pangsa pasar Android versi individual berbeda. Versi Android terbaru memiliki tingkat penetrasi yang lebih rendah daripada versi sebelumnya. Demikian juga, setiap versi Android mendukung berbagai perangkat yang diproduksi oleh berbagai perusahaan. Fragmentasi perangkat dan sistem operasi menyulitkan pengembang untuk membuat aplikasi Android yang tangguh. Banyak blogger berspekulasi bahwa Google mungkin menggantikan Android dengan Fuchsia untuk mengatasi fragmentasi perangkat dan sistem operasi.

Demikian pembahasan mengenai Calon Pengganti Sistem Operasi Android Buatan Google semoga bermanfaat ya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel